-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Pengertian Belajar dan Proses Belajar menurut Para Ahli

Post a Comment

Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus mengembangkan dirinya, manusia telah melakukan kegiatan belajar sejak dilahirkan.  Belajar pada dasarnya merupakan peristiwa yang bersifat individual, yakni peristiwa terjadinya perubahan tingkah laku sebagai dampak dari pengalaman individu. Pengertian belajar menurut Soedijarto (1989:49) adalah suatu proses secara langsung dan aktif pada saat pelajar itu mengikuti suatu kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dan disajikan di sekolah, proses belajar mengajar tersebut dapat terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan demikian seorang pelajar dikatakan sedang belajar apabila pelajar tersebut terlibat secara langsung dan aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Belajar diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya (W.H. Burton, dalam Moh. Uzer Usman 1995:2). Dari pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa seseorang dikatakan telah belajar apabila telah terjadi suatu perubahan pada dirinya. Perubahan tersebut terjadi berkat adanya interaksi dengan orang lain atau lingkungannya. Sehingga untuk dapat belajar seorang pelajar tidak dapat terlepas dari orang lain, dalam hal ini widyaiswara dan teman belajar. Dengan demikian dapat dikatakan seorang pelajar tidak dapat belajar dengan baik bila hanya sendirian saja, dia juga perlu widyaiswara untuk membimbing dan teman untuk berdiskusi.

Bertolak dari berbagai definisi yang telah diuraikan tadi, secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

 

Proses Belajar

Menurut Bruner (dalam S.Nasution 2005:9) dalam proses belajar dapat dibedakan tiga fase atau episode, yakni : informasi, transformasi, dan evaluasi.

1)      Informasi

Setiap belajar kita peroleh sejumlah informasi, ada yang menambah pengetahuan yang telah kita miliki, ada yang memperhalus dan memperdalamnya, ada pula informasi yang bertentangan dengan apa yang telah kita ketahui sebelumnya

2)      Transformasi

Informasi yang diperoleh harus dianalisis dan ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih luas. Dalam hal ini peran dari widyaiswara sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan secara konseptual.

3)      Evaluasi

Pengetahuan yang kita peroleh dan ditransformasikan itu kemudian dievaluasi   sehingga dapat  dimanfaatkan    untuk   memahami gejala-gejala lain.

Dalam proses belajar ketiga episiode itu selalu ada, hanya saja berapa banyak informasi yang diperlukan agar dapat ditransformasikan, berapa lama waktu tiap episiode, untuk tiap orang mungkin tidak sama. Hal ini bargantung pada tujuan yang diharapkan, motivasi belajar, minat, keinginan untuk mengetahui dan dorongan untuk menemukan sendiri.

 

Daftar Pustaka

Prabowo, 2000, “Pendidikan Fisika Dalam Mengantisipasi Tantangan Abad XXI”Pidato. Pengukuhan Peresmian Jabatan Guru Besar Madya Ilmu Pendidikan Fisika pada Jurusan Fisika FMIPA UNESA pada tanggal 16 Mei 2000. Surabaya. IKIP Surabaya.

 

Depdiknas, 1996, Pembelajaran Terpadu D-II PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar Jakarta : Depdiknas.

 

Depdiknas, 2002, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta : Depdiknas.

 

Slavin,R.E.1997. Educational Psychology Theory, Research, and Practice, Fifth Edition, Massachussetss: Allyn and Bacon Publishers.

 

Prinhantoro, L., O., dan Liliasari, 1986, IPA Terpadu, Jakarta : Depdikbut Universitas Terbuka

 

Related Posts

Post a Comment