27.6.11

Makalah : Anak Putus Sekolah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.
Masyarakat indoneisa pada zaman ini sedang pada masa transformasi. Era reformasi telah lahir dan masyarakat indonesia ingin mewujudkan perubahan dalam tsal Musharrahah semua aspek kehidupannya. Salah satunya ingin meningkatkan mutu dari pendidikan. Ditengah era ini lahirlah berbagai jenis pendapat, konsep, pandangan, yang tidak jarang yang satu bertentangan dengan yang lainnya. Memang inilah salah satu ciri dari masyarakat demokrasi, ialah lahirnya berbagai jenis pendapat sebagai pernyataan harkat manusia untuk menilai hak-hak asasinya untuk berekspresi.
Tetapi kenyataan di indonesia berkata lain, mutu pendididkan yang ditingkatkan oleh pemerintah belumlah sampai keplosok-plosok, sehingganya. Pendidikan tidak dapat dikecap oleh seluruh warga, yang ada hanyalah orang-orang yang berkantung tebal, sehingganya, potensi” yang ada pada anak-anak tersebut tidak dapat digali dan dikembangkan yang sebenarnya akan menjadia aset-aset negara dimasa yang akan datang.
B. Batasan Masalah.
Melihat fenomena diatas dalam makala ini akan dibahasa tentang masalah pendidikan, yang meliputi:
Penyebab kejadian antara
-          Kurangnya biaya
-          Adanya konflik keluarga
-          Masalah lingkungan.


BAB II.
PEMBAHASAN


FAKTOR ANAK PUTUS SEKOLAH
Proses pendidikan merupakan suatu proses dan sekaligus suatu kata benda. Pendidikan sebagai suatu proses merupakan suatu interaksia antara pendidikan dan peserta didik dalam suatu masyarakat. Pendidikan sebagai visi kehidupan yang hidup dalam suatu masyarakat. Pendidikan adalah suatu proses menabur benih-benih budaya dan peradaban manusia yang hidup dan kehidupan oleh nilai-nilai atau visi yang berkembang dan dikembangkan dalam suatu masyarakat.
Seorang filosof dan ahli pendidikan terkenal “John Denci” didalam tulisanya yang terkenal mengenai pendidikan demokrasi. Sebuah tulisan yang telah dipublikasikan seratus tahun yang lalu “the school and societi  dia menunujukkan apa yang disebut “new edutation” berarti pendidikan tidak dapat diisolasi dari kehidupan masyarakat.
Melihat pengertian diatas bahwa pendidikan tidak bisa diisolasi dari masyarakat, kita melihat pada bangsa kita, rasanya pernyataan tersebut belum terwujud dalam negaranya, masih banyak anak-anak yang butuh sentuhan pendidikan tetapi mereka belum bisa, disebabkan oleh beberapa faktor:
A. TIDAK MAMPUAN ORANG TUA.
Faktor ketidak mampuan orang tua ini banyak terdapat pada anak-anak yang orang tuanya tidak mempunyai pekerjaan yang  tetap.
Sehingganya kemauan yang dimiliki masih di batasai ketidak mampuan materi, akhirnya, banyak anak-anak bangsa yang tidak pernah mengecap pendidikan disebabkan oleh faktor ini.
B. FAKTOR KONFLIK KELUARGA.
Keharmonisan dalam keluarga sangat dibutuhkan oleh seorang anak dalam suatu pendidikan. Ketika dalam suaut keluarga antara ayah dan ibu terjadi konflik maka akan sangat berpengaruh pada perkembangan mental anak. Yang pada akhirnya anak akan cenderung menderita penyakit stres yang sangat berpengaruh pada proses pendidikan.
Sehingganya pendidikan yang selama ini bertujuan untuk mencerdaskan  kehidupan bangsa, dan mandek dengan timbulnya konflik dalam keluarga.
C. FAKTOR LINGKUNGAN.
Krtikan seorang anak mempunyai kemampuan, adanya keluarga yang harmonis sebagai motifasi dalam menunjang pendidikannya, ternyata belum menjadi landasan kuat, faktor lingkungan sangat berpengaruh pada perkembangannya, terutama anak pada masa pencarian jati diri. Dominan terjadi jati diri itu terbentuk lewat lingkungan disekitarnya.
Banyak contoh dalam faktor ini anak putus sekolah. Diantaranya.
  1. Terlibat obat terlarang.
  2. Mabuk-mabukan
  3. Hamil duluar nikah
  4. dll.
Masih banyak lagi faktir lain yang menyebabkan anak putus sekolah, banyak cara yang ditempuh pemerintah untuk menanggulanginya.

Artikel Terkait :



1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...